Pengaruh Psikologi Dalam Pendidikan Anak Usia Dini
oleh: Putri Yolanda (Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Anak usia dini adalah anak yang berada dalam rentang usia antara usia 0 sampai dengan 8 tahun. Anak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami proses perkembangan yang pesat dan berpengaruh untuk kehidupan selanjutnya. Pada dasarnya anak usia dini cenderung meniru apa yang dilakukan oleh individu di sekitarnya. Sehingga ini akan turut serta mempengaruhi karakter dan perilaku anak tersebut.
Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Perkembangan dikaitkan dengan perubahan kualitatif dan kuantitatif. Sebagai periode bertahap perubahan teratur dan konsisten. Progresif menunjukkan bahwa perubahan bersifat terarah, mengarah ke depan, bukan ke belakang. Tertib dan runtut menunjukkan hubungan nyata antara yang terjadi dengan perubahan yang mendahului atau mengikutinya (Pada et al., n.d.).
Psikologi berasal dari bahasa Yunani yakni “psychology” yang merupakan gabungan dari kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harfiah dapat dipahami bahwa psikologi adalah ilmu jiwa. Psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang jiwa yang dapat dilihat atau diobservasi perilaku atau aktivitas-aktivitas yang merupakan manifestasi atau penjelmaan jiwa itu (Bimo Walgito).
Pendidikan anak usia dini adalah salah satu upaya memberikan stimulus dan ranngsangan pada anak usia dini sebagai pembinaan tumbuh kembang anak secara keseluruhan dan mencakup semua aspek perkembagannya, yang meliputi perkembangan jasmani dan rohaninya. Hal ini dilakukan agar anak siap dalam memasuki tumbuh kembang yang selanjutnya. Psikologi tentu sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak usia dini. Sebab pada masa ini anak belum bisa mengendalikan emosi dan perasaannya, mereka akan menuangkan langsung apa yang dirasakan saat itu juga.
Pada saat menjalani pendidikan anak usia dini, individu dibantu dibimbing oleh pendidik taman kanak – kanak. Pendidik taman kanak – kanak pun tidak bisa sembarangan orang, harus seseorang yang memiliki pegetahuan dan wawasan, memiliki kesabaran dalam menghadapi anak – anak. Agar anak dapat lebih fokus pada proses kegiatan dan guru dapat lebih mudah dalam membimbing anak, salah satu cara guru untuk mengatasi situasi tersebut adalah dengan menggunakan media dalam berbagai pembelajaran supaya tidak monoton. Seperti media fungsional yang dapat menyalurkan pesan atau isi pelajaran, membangkitkan pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan anak yang mendorong mereka untuk mencapai proses tindakan yang dirangsang oleh guru.
Dalam proses pendidikan anak usia dini biasanya perlu menggunakan media. Media berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan sebagai alat bantu yang membuat proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien. Dalam hal ini tujuan lingkungan belajar sebagai sarana pembelajaran adalah untuk mempermudah proses pembelajaran di kelas, untuk meningkatkan pembelajaran, topik tetap terhubung dengan tujuan pembelajaran dan membantu anak fokus belajar (Sanaky, 2009).
Ada banyak media yang bisa digunakan dalam menstimulus dan merangsang tumbuh kembang anak dalam pendidikan usia dini. Seperti belajar menyanyi, belajar menggambar, melakukan permainan dengan kelomopok dan masih banyak lagi. Untuk melatih gerakan motorik yang menggambarkan perilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh anak dapat dilakukan dengan bermain pada area bermain yang disediakan, berjalan, berlari , melompat dan masih banyak lagi. Untuk melatih sensorik yang berkaitan dengan panca indera seperti menonton animasi, mendengarkan suara dan lainnya. Untuk melatih kemampuan sensorik dan motorik pada anak dapat dilakukan dengan kegiatan seperti menyusun puzzle. Atau bisa juga menerapkan kegiatan belajar sembari bermain lainnya (Maghfiroh & Suryana, 2021).
Selain melatih kemampuan motorik dan sensorik pada anak, sangat penting untuk melatih spiritual anak. Memberikan pengetahuan dan mengajarkan agama pada anak dimulai sejak dini sangatlah bagus. Misalnya mengajarkan anak mengaji atau menghafal nacaan Al-Qur’an. Selain pentingnya peran pendidik pada taman kanak – kanak, peran orang tua dan keluarga pun lebih penting. Karakter anak akan terbentuk melalui tiga lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
Semua orang tua muslim mendambakan anak yang sholeh dan sholehah dengan iman yang teguh, ketaatan dalam beribadah dan memiliki perilaku yang baik, sehingga dia dapat dipercaya di masa depan. Syariat Islam menasihati orang tua untuk bertanggung jawab atas kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak karena Allah telah menitipkan anak kepada orang tuanya untuk membesarkan, mendidik dan memepertanggung jawabkan kelak di akhirat. Orang tua memiliki kewajiban untuk membesarkan anaknya berdasarkan pemahaman dan landasan Islam sejak dini.
Lingkungan keluarga yang harmonis sangat bagus untuk tumbuh kembang anak. Apabila lingkungan keluarganya buruk ini akan berbepngaruh pada psikologi dan psikis anak. Misalkan dalam keluarga orang tuanya sering bertegkar dan saling berteriak didepan anak, atau bahkan sampai melakukan kekerasan terhadap anak. Maka hal ini nantinya akan memberikan dampak kepada anak berupa trauma yang mendalam akan hal – hal yang bersangkutan. Oleh sebab itu orang tua harus menerapkan kebiasaan – kebiasaan yang baik dalam keluarga.
Keluarga adalah pendidikan pertama dan utama bagi anak diluar dari pendidikan formal lainnya di dalam menjalani proses tumbuh kembangnya. Keluarga dikatakan sebagai pendidikan pertama sebab dar sini semuanya dimulai. Orang tua sebagai adalah guru pertama dan terpenting, pelindung utama anak, sumber kehidupan anak, tempat anak dapat dipercaya dan menjadi sumber kebahagiaan bagi anak. Orang tua adalah teladan, contoh dan figure dalam membentuk moral dan aklak anak sehingga orang tua harus memiliki sifat yang bisa ditiru dan diteladani oleh anak (Peran et al., n.d.).
ReferensiMaghfiroh, S., & Suryana, D. (2021). Media Pembelajaran untuk Anak Usia Dini di Pendidikan Anak Usia Dini. 5, 1560–1566.Pada, D., Sehari, S., & Diselenggarakan, Y. (n.d.). Makalah seminar.Peran, P., Dalam, K., Miftahul, S., & Nglawak, U. (n.d.). Pendidikan Anak. 2. Sanaky, Hujair AH. (2009). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press


