Cara Mengurangi Overthinking Dalam Islam
Oleh : Muhammad Dava, Fakultas psikologi,Universitas Muhammadiyah Prof.Hamka
Apa itu Overthinking? Overthinking berasal dari dua kata yaitu over (lebih) dan think (berpikir) yang berarti dapat diartikan menjadi sebuah kebiasaan yang terlalu memikirkan suatu hal secara berlebihan.Overthinking memang bukanlah sebuah penyakit mental melainkan gejala dari penyakit mental seperti depresi dan Anxiety disorder atau gangguan kecemasan. Overthinking biasanya dilakukan oleh para remaja dan dewasa yang dilakukan saat sebelum tidur. Karena saat malam tiba, otak akan mencerna segala hal yang telah dilalui seharian. Karena itu, semua seperti “berputar” atau “berlari” di kepala dan dapat membuat Anda susah tidur.
Penyebab Overthinking
Overthinking dapat terjadi ketika seseorang memiliki:
- tingkat stress yang tinggi
Stress akibat masalah yang dialami oleh seseorang dapat menyebabkan selalu memikirkan masalah yang sedang dihadapinya.Seperti masalah yang terjadi di sekolah,kantor,keuangan,percintaan/rumah tangga dll.
- trauma masa lalu
Seseorang yang memiliki trauma di masa kecil seperti orang tua yang selalu memarahinya, pertengkaran orang tua/perceraian orang tua,bullying,ataupun kejadian lain di masa lalu yang membuat seseorang trauma.
- memiliki ekspektasi yang tinggi namun tidak sesuai dengan realita
Terlalu memiliki ekspektasi yang tinggi terkadang akan membuat kita kecewa karena suatu yang kita harapkan tidak sesuai dengan realita yang terjadi.
Akibat dari overthinking
- Kesulitan untuk tidur
Dikarenakan orang yang selalu overthinking selalu memikirkan banyak hal sebelum tidur menyebabkan orang tersebut kesulitan untuk tidur.
- Kesulitan untuk membuat keputusan
Orang yang selalu overthinking kerap memikirkan kemungkinan terburuk yang menyebabkan menjadi sulit untuk mengambil keputusan.
- Kurangnya rasa percaya diri/insecure
Terlalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang dirasa lebih baik dari dirinya dapat menyebabkan seseorang kehilangan kepercayaan diri karena terlalu memikirkan dia tidak cukup baik dari orang lain.
Cara mengurangi overthinking dalam islam
ada beberapa cara untuk mengurangi overthinking dalam islam
- Qana’ah
Arti qana’ah menurut bahasa adalah cukup.Sedangkan,menurut istilah qanaah adalah merasa cukup serta rela menerima apa yang diberikan oleh Allah SWT.Yang artinya kita harus menerima/ridha dari apapun yang telah diberikan oleh Allah SWT tanpa meragukan/merasa kurang dari yang telah diberikan Allah SWT.
Dengan qana’ah kita dapat belajar menerima segala hal yang telah diberikan dari Allah SWT Dengan sikap inilah maka jiwa akan merasa menjadi lebih tentram dan terjauh dari sifat serakah atau tamak. Orang yang bersikap qanaah, ia rela menerima kenyataan hidup yang dialami, tidak berkeluh kesah, tidak berangangan-angan kesenangan yang diterima orang lain.
- Tawakal
Tawakal berasal dari bahasa arab yaitu tawakkul yang berarti mewakilkan atau menyerahkan.tawakal dapat artikan menjadi berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi penderitaan, percobaan dan apa pun yang terjadi di dunia ini dengan sepenuh hati percaya kepada Allah Swt.
Dari bertawakal kita dapat belajar menerima cobaan dari Allah SWT karena semua yang terjadi di dunia ini telah sepenuhnya diatur oleh Allah SWT dan pasti Allah telah merencanakan hal yang terbaik bagi hambanya.dari tawakal juga kita dapat mengurangi beban pikiran dan juga ketenangan di dalam hati.
- Husnuzan
husnuzan berasal dari bahasa arab, “khusnu” memiliki arti baik, sementara “az-zan” berarti prasangka,dari dua kata ini diartikan menjadi berprasangka baik.Sedangkan husnuzan menurut istilah adalah sikap serta cara pandang yang menyebabkan seseorang melihat sesuatu secara positif dan dibekali dengan hati yang bersih, serta tindakan yang lurus.
Dengan husnuzan kita dapat memahami umat muslim harus memiliki sifat berbaik sangka,karena dengan berbaik sangka maka insya Allah akan mendapatkan kehidupan yang lebih indah, damai, dan lebih bermakna.
Penutup
Bagi kalian yang masih suka overthinking cobalah kurangi dengan menerima segala yang telah kalian alami karena hanya dengan terlalu memikirkan masalah tersebut tidak akan mengubah masa lalu yang telah dialami ataupun menyelesaikan masalah kalian melainkan menyebabkan kalian akan terjebak pada pada masalah tersebut.Cobalah menerima apa yang dimiliki/yang terjadi pada kita karena Allah SWT pasti memiliki rencana yang lebih baik untuk kita semua.


