Self Diagnosis Di Kalangan Gen Z
Kalangan gen z adalah sebutan untuk orang-orang dengan kelahiran tahun akhir 90-an hingga tahun 2000-an. Gen Z ini juga merupakan generasi yang mendekati sempurna dengan didukung kemajuan teknologi saat ini. Gen Z masuk ke dalam kalangan setelah millennial (Gen Y) yang mana di setiap generasi terdapat permasalahan pelik sesuai dengan eranya masing-masing. Dalam era ini rata-rata kalangan Gen Z sedang memasuki usia remaja menuju dewasa awal yang biasanya dikenal sebagai generasi yang paling rentan untuk mengalami kecemasan, depresi, atau permasalahan mental lainnya yang dipengaruhi oleh lingkungannya. Selain itu faktor yang juga mempengaruhi permasalahan mental yang dialami Gen Z adalah media sosial.
Media sosial menjadi salah satu perkembangan dan kemajuan teknologi yang mana hal ini membawa pengaruh yang cukup besar bagi kesehatan mental para Gen Z. Faktor yang mempengaruhi kesehatan mental Gen Z berasal dari banyaknya informasi dan isu-isu yang mudah diakses mengenai perkembangan dunia yang ironis sehingga membuat Gen Z menjadi cemas dan merasa takut tidak dapat beradaptasi dengan segala hal yang telah terjadi di dunia ini. Faktor penting yang juga menjadi alasan pada gangguan kesehatan mental Gen Z juga terjadi melalui lingkungannya. Gen Z juga merupakan salah satu generasi yang aware mengenai permasalahan mental, tetapi tidak jarang dari Gen Z yang juga melakukan self diagnosis terhadap dirinya.
Self Diagnosis merupakan upaya untuk mendiagnosa diri dengan informasi yang didapat secara mandiri seperti berasal dari teman, keluarga, maupun internet. Setelah internet semakin berkembang, diagnosa secara mandiri lebih mudah diakses sehingga meningkatkan perilaku self diagnosis. Selain akses informasi yang mudah self diagnosis juga sering dilakukan karena adanya sosial support yang kurang, menghindari stereotipe masyarakat, serta perkembangan teknologi yang semakin maju. Self diagnosis menjadi sangat berbahaya apabila dilakukan secara mandiri tanpa seorang professional yang membimbingnya. Karena tidak jarang dari kalangan Gen Z yang mendiagnosis dirinya sendiri dengan permasalahan mental melalui sesuatu yang justru sebenarnya tidak mempunyai korelasi antara hal tersebut dengan permasalahan mental. Sehingga Gen Z akan mengalami penurunan pada self esteem yaitu bagaimana cara seseorang dalam memandang, menghargai, dan mencintai dirinya sendiri.
Di era saat ini sangat penting untuk menyaring dan memilah informasi yang akan dikonsumsi, karena semakin banyak informasi di media sosial yang sering kali membuat Gen Z menerima secara mentah-mentah. Apalagi saat mengkonsumsi informasi mengenai gangguan kesehatan mental yang dapat membuat Gen Z mendiagnosa dirinya sendiri tanpa bimbingan seorang professional. Akan tetapi mendiagnosa diri sendiri boleh dilakukan hanya untuk monitoring agar lebih aware dan tidak dapat dijadikan sebagai acuan untuk mendiagnosa penyakit mental yang diderita oleh diri sendiri sebelum mendapatkan penjelasan dari seorang professional.
Daftar Pustaka :
Sadida, S. (2021). Perancangan Informasi Fenomena Self-Diagnosis Kesehatan Mental Remaja Generasi Z Di Media Sosial Melalui Media Buku Ilustrasi (Doctoral dissertation, Univeristas Komputer Indonesia).




