Sambut Hamka Milenial, Fakultas Psikologi Uhamka Adakan Pekan Ta’aruf (PETA)

Untuk mencapai visi Indonesia Berkemajuan, dibutuhkan pembangunan sumber daya manusia (SDM)  yang optimal. Salah satu sarana untuk memajukan dan membangun SDM Indonesia adalah pendidikan. Oleh karena itu, di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia, kegiatan dan proses pendidikan di tanah air tidak boleh berhenti, melainkan harus tetap berjalan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Sebab, jika proses pendidikan berhenti, ancaman lost generation akan menjadi semakin nyata.

Karena itu, dalam rangka memberikan orientasi, semangat dan motivasi untuk terus belajar kepada mahasiswa baru, Fakultas Psikologi Uhamka mengadakan kegiatan Pekan Ta’aruf (PETA). Kegiatan PETA ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Psikologi secara daring melalui aplikasi Zoom dan YouTube pada  6-7 Oktober 2020 dengan tema “Menyambut Hamka Muda Berkarakter Millenial yang Berjiwa Nasionalis Dalam Berkarya.”

Kegiatan PETA ini diikuti oleh mahasiswa baru Psikologi yang datang dari berbagai daerah seperti Jaboderabek, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah. Diharapkan, dengan mengikuti kegiatan ini mahasiswa kenal lebih dekat, merasa feeling at home, serta mengenal iklim akademik Fakultas Psikologi Uhamka. 

Kegiatan PETA diawali dengan sambutan dari Anisia Kumala, Lc., M.Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi Uhamka dan dilanjutkan dengan sesi perkenalan dengan Pimpinan Fakultas Psikologi.

Dalam sambutannya, Anisa berpesan kepada mahasiswa baru agar dapat fokus untuk bisa merancang masa depan, dengan mendasarkan pada nilai-nilai UHAMKA yaitu integritytrust dan compassion.

Mahasiswa harus menjadi tauladan dalam aspek integritas, kejujuran. Begitu juga harus memiliki kompetensi yang unggul sehingga bisa dipercaya dan diandalkan dalam dunia kerja, dan terakhir harus memiliki semangat untuk membantu orang lain, masyarakat dan bangsa negara secara lebih umum.

Dalam Kesempatan tersebut, Dekan juga mengungkapkan bahwa Fakultas Psikologi Uhamka berkomitmen untuk memberikan peluang dan memfasilitasi semaksimal kepada mahasiswa agar kelak bisa menjadi sarjana yang unggul secara spiritual, intelektual, emosional dan sosial. Fakultas Psikologi Uhamka mendorong agar seluruh mahasiswa dapat meningkatkan prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, berkreasi dan berinovasi dengan semua fasilitas yang tersedia selama masa studinya di kampus.

Profil lulusan Psikologi Uhamka adalah menjadi komunikator nilai dan wawasan keislaman, ilmuwan psikologi, staf konsultas SDM, konselor dan pelaku wirausaha. Mahasiswa akan dibawa menuju kompetensi yang dapat mewujudkan profil lulusan tersebut. Tentu hal ini akan terwujud dengan kerja keras dan keterlibatan aktif mahasiswa itu sendiri.

Mahasiswa baru Psikologi Uhamka tampak antusias, dan bahagia mengikuti kegiatan PETA tahun ini. Kendati pun tidak bisa bertatap muka secara langsung, segenap panitia dan Pimpinan Fakultas Psikologi mengemas acara ini secara menarik dan penuh keakraban, kekeluargaan. Tampak juga mahasiswa aktif berdiskusi, bertanya dan sharing ide dan pengalaman dengan sesama peserta lain maupun dengan instruktur. 

Pesan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah

Sehari sebelumnya, kegiatan PETA di tingkat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), dibuka dengan menghadirkan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI dan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sekum PP Muhammadiyah ini mengingatkan bahwa setiap manusia diberikan modal oleh Allah berupa potensi akliyah (intelektual), potensi jasmaniyah dan potensi qulubiyah. Ketiga potensi tersebut perlu dikembangkan agar mahasiswa dapat menjadi manusia yang hebat. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Abdul Mu’ti memberikan beberapa pesan penting untuk mahasiswa Baru Uhamka.

Pertama, mahasiswa hendaknya mempunyai cita-cita yang tinggi. Salah satu ciri orang yang beriman adalah memiliki visi ke depan yang jelas. Ia memiliki narasi imajinatif ingin menjadi seperti apa di masa mendatang. Kedua, mahasiswa baru Uhamka jangan pernah menjadi seorang yang inferior, minder meski memiliki keterbatasan.

Ketiga, hendaknya mahasiswa Uhamka bersungguh-sungguh dalam belajar. Tidak ada kesulitan yang tidak bisa ditaklukkan jika seseorang mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Allah pun, di dalam al-Qur’an sudah menjanjikan bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Keempat, hendaknya mahasiswa selalu bersyukur, berterima kasih atas apa-apa yang sudah diberikan Allah, dan berusaha untuk tumbuh dan terus berkembang.

SUMBER BERITA : http://carapandang.com/read-news/