Pengaruh Memelihara Kucing Terhadap Psikis Anak Dalam Pandangan Psikologi Islam
Oleh:
Nur Ismi Fadilah
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Kucing adalah hewan karnivora yang masih satu ras dengan harimau namun dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Kucing juga merupakan hewan favorit di berbagai kalangan sebab fisik dan tingkahnya yang lucu, menggemaskan dan bersahabat. Tidak heran banyak orang yang menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan selain anjing. Di Indonesia tidak sedikit orang yang menjadikan kucing sebagai sahabat mereka.
Tidak sedikit orang tua juga membiarkan anak mereka bermain ataupun dijaga oleh kucing yang mereka rawat. Namun banyak pertentangan dari tindakan tersebut, sebab tidak sedikit orang tua yang masih percaya mitos ataupun kesehatan yang mengatakan bahwa kucing berbahaya dekat dengan anak-anak terutama karena bulunya yang sering rontok dan juga kotoran mereka, hingga anak-anak dikhawatirkan akan tertular penyakit yang dibawa dari kucing tersebut. Bulu kucing bisa jadi berbahaya sebab terdapat penyakit tokso dari pasarit yang dapat menyebabkan rentan untuk mengalami keguguran dan juga cacat untuk bayi lahir. Oleh karena itu, tidak heran jika kita terkadang melihat ada orang tua yang melarang anak mereka untuk dekat-dekat dengan kucing.
Namun dibalik itu semua, kucing tidak hanya memiliki dampak negatif untuk anak-anak. Banyak studi baru yang mengungkapkan bahwa anak yang tumbuh dengan memelihara kucing justru mengalami risiko penyakit mental yang rendah dibandingkan dengan anak yang tumbuh tanpa memelihara kucing. Hal ini disebabkan anak-anak yang menganggap kucing sebagai sahabat mereka, sehingga anak-anak dapat dengan mudah meluapkan emosi dan juga perasaan mereka. Manfaat dari memelihara kucing terhadap psikis anak berupa:
a. Menghindari Risiko Stres
Memelihara kucing juga bisa menghindari risiko stres terhadap anak, sebab kucing dapat memberikan rasa nyaman kepada anak. Hal ini dapat membuat anak rileks dan dapat belajar mengontrol emosi mereka.
b. Mengajarkan tanggungjawab
Salah satu manfaat utama memelihara kucing adalah mengajarkan anak rasa tanggung jawab, terutama tanggung jawab untuk merawat makhluk hidup lainnya. Rasa tanggung jawab ini bisa muncul dari berbagai aktivitas, mulai dari memberi makan kucing, melihat kucing ke dokter, menyikat dan memandikan kucing, hingga membersihkan kotorannya. Mereka juga akan memahami bahwa kehidupan kucing sedikit banyak akan bergantung pada pemiliknya.
c. Meningkatkan kesehatan anak
• Dapat membantu memenangkan saraf dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
• Dapat membantu memulihkan trauma dan mengontrol emosi
• Media terapi untuk anak autisme, sehingga mudah berkomunikasi dan membuatnya lebih tenang
• Dapat memperkuat sistem imun pada tubuh anak sehingga tidak mudah alergi
d. Tidak Kesepian
Dengan memelihara kucing anak-anak yang biasanya suka ditinggal orang tua pergi bekerja atau hal lain tidak akan mengalami yang namanya kesepian. Ini dapat menurunkan risiko psikis akibat kesepian tersebut. Sebab anak tersebut dapat menjadikannya sahabat yang selalu ada untuknya.
Dan masih banyak manfaat lain dari memelihara kucing terhadap psikis anak. Sedangkan dalam islam, memelihara kucing juga dapat bermanfaat sebab akan mendapatkan pahala dari Allah Swt, mendapatkan balasan berupa rezeki, mendapatkan rahmat di hari kiamat, mendapatkan ampunan dan ridho Allah swt, melatih kesabaran, termasuk dalam sedekah, melatih simpati dan empati pada anak, kucing bukanlah hewan yg najis, menjadi timbangan kebaikan di akhirat. Kucing juga merupakan hewan kesayangan Rasulullah SAW.


