Mengutamakan Adab Bagi Penuntut Ilmu Di Era Disrupsi
Era Disrupsi merupakan era perubahan dunia industri 4.0 sehingga mulai mengubah sistem dan tatanan kehidupan masyarakat secara luas. Era ini telah banyak mengubah tatanan kehidupan menjadi digital, yang mana segala interaksi sosial dalam kehidupan dapat dilakukan melalui media sosial di internet. Saat ini para mahasiswa dihadapkan dengan era yang mengganggu proses perkembangan secara optimal. Hal ini membuat para penuntut ilmu khususnya mahasiswa kurang memiliki interaksi secara langsung saat bersosialisasi. Sehingga adab merupakan salah satu ciri khas bagi para penuntut ilmu dalam berinteraksi baik secara nyata maupun melalui media sosial. Sebagai mahasiswa perlu pengetahuan mengenai adab yaitu bagaimana bersikap dengan sopan santun bukan hanya terhadap dosen tetapi beradab terhadap sesama manusia. Karena mahasiswa sebagai Agent Of Change yang mana perubahan dimulai dari mahasiswa yang memiliki adab dalam menuntut ilmu. Apabila mahasiswa memiliki adab yang baik maka akan semakin mudah untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Menurut Ibn Miskawaih, adab adalah sesuatu terpuji yang melekat di dalam jiwa manusia berupa ucapan dan perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinisikan adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adab ialah sebagai upaya membimbing, membiasakan, dan mempraktikkan perilaku terpuji seperti sopan santun kepada seseorang dalam berinteraksi secara baik dan disiplin. Bagi setiap mahasiswa perlu mengutamakan adab saat menuntut ilmu. Karena orang yang memiliki adab sudah pasti berilmu dan orang berilmu belum tentu memiliki adab, sehingga adab merupakan pondasi dasar yang perlu ditanamkan untuk mempelajari ilmu. Terdapat sahabat dari kalangan tabi’in bernama Abdullah bin Mubarak berkata bahwa beliau belajar adab selama 30 tahun dan belajar ilmu 20 tahun lamanya. Sehingga belajar adab memiliki waktu yang lebih lama dibandingkan ilmu karena adab merupakan pondasi utama untuk berinteraksi dengan orang lain dan dasar untuk mendapatkan ilmu.
Pada era perubahan dunia yang mengubah sistem serta tatanan masyarakat perlu bagi mahasiswa mengutamakan adab. Karena bukan hanya sistem dan tatanan masyarakat yang mendapatkan pengaruh perubahan, tetapi adab bagi para penuntut ilmu khususnya mahasiswa juga akan mendapatkan pengaruh perubahan. Seperti halnya saat mahasiswa berinteraksi dengan orang lain melalui internet di era disrupsi ini, kendali penuh terhadap media sosialnya terdapat pada mahasiswa itu sendiri. Apabila mahasiswa menggunakan media sosialnya dengan adab yang baik maka sosial media yang digunakannya tidak akan merugikan orang lain. Tetapi jika mahasiswa yang menggunakan sosial medianya tidak dengan adab yang baik, bisa jadi dapat merugikan orang lain. Karena dengan adab manusia akan mendapatkan ilmu. Ilmu yang didapatkan bukan hanya melalui kehidupan secara nyata tetapi ilmu juga bisa didapatkan melalui media sosial saat berinteraksi dengan orang lain.
Daftar Pustaka :
Harahap, M. H. (2021). Adab guru dan murid menurut Imam Al-Ghazali dalam Kitab Al-Adab fi’Al-Din (Doctoral dissertation, IAIN Padangsidimpuan).





