Membaca Al-Qur’an Dapat Mengurangi Depresi
Oleh: Nasywa Amelia Dewi (Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah prof Dr Hamka)
Depresi merupakan salah satu dari gangguan jiwa yang di latar belakangi oleh masalah hidup yang dihadapi oleh manusia. Beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang yang membutuhkan pertolongan Psikologi atau psikiater untuk menghilangkan depresi itu sendiri.
Secara medis gangguan mental atau gangguan emosional tidak memalukan dari pada penyakit fisik, banyak masyarakat yang melakukan diskriminasi kepada penderita sehingga banyak individu yang mengalami gangguan tersebut memilih untuk menyembunyikannya. Hal ini jika tidak di tangani secara intensif dan apa bila terjadi sesuatu penderita baru bisa terdeteksi.
Apa itu depresi?
Pengertian depresi itu sendiri adalah perasaan sedih dan kehilangan minat pada aktivitas yang sering di lakukan. Ketikan seseorang mengalami depresi akan mempengaruhi emosi seseorang hingga mempengaruhi hubungan di lingkungan sosial. Berbeda dari fluktuasi suasana hati yang di alami seseorang secara teratur sebagai bagian dari kehidupan. Depresi biasanya berasal dari peristiwa besar dalam kehidupan, seperti kehilangan sesuatu.
Sama seperti penyakit mental lainnya, Biasanya tidak terinfeksi sejak awal dan baru diketahui setelah terjadi permasalahan, termasuk tindakan bunuh diri. Permasalahan yang terjadi biasanya adalah insecure, presentasi menurun, mendapatkan perilaku burung dari orang lain maupun itu teman atau orang tua, hubungan antar orang tua kurang baik. Gejala-gejala depresi ketika ada permasalahan tersebut biasanya kurang percaya diri, kehilangan konsentrasi, menarik diri dari lingkungan sosial, dan kesulitan untuk tidur malam.
Tidak hanya di dunia medis Kita suci Al-Qur’an yang di turunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW juga membahas tentang depresi itu sendiri. Di dalam Al-Qur’an ada beberapa kata yang mempunyai makna sama dengan depresi, antara lain Huzn, Ghamm, Hamm, Dlaiq, dan Asaf
Huzn artinya adalah keadaan jiwa yang sedih. Ada beberapa pendapat yang menyebutkan huzn adalah perasaan sedih karena tidak beruntung, kehilangan sesuatu yang di sayangi, dan ke tidak berdayaan. Huzn berupa perasaan tidak senang dengan apa yang terjadi, dengan berbagai masalah yang di hadapi atau kondisi di luar kemauan setiap orang yang membuatnya berada di bawah tekanan sehingga merasa tidak nyaman. Pada surat An Nahl ayat 127 di sebutkan bahwa pada dasarnya manusia di tuntut untuk sabar dalam menghadapi berbagai masalah yang di hadapi. Jika gangguan mental ini tidak tanggapi akan memasuki level “dlaiq” perasaan sempit dan sulih. Ghamm adalah kesedihan yang berupa kecemasan akan suatu hal yang akan terjadi. Hamm adalah gangguan mental berpikiran negatif terus menerus tentang kemungkinan yang terjadi di masa depan. Asaf sendiri memiliki arti kesedihan yang dibarengi oleh perasaan marah.
Ketika seseorang mengalami depresi orang tersebut akan cenderung untuk menyakiti dirinya sendiri bahkan melakukan bunuh diri. Dalam Al-Quran Allah melarang hambanya untuk melakukan bunuh diri yang mana disampaikan pada surat An-Nisa ayat 29. Ada banyak cara untuk mengurangi depresi tersebut ya itu dengan membaca Al-Qur’an. Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai penunjuk bagi orang-orang yang beriman. Sifat Al-Qur’an sendiri yaitu Asy-syifa atau penyembuh. Membaca Al-Qur’an dapat menenangkan pikiran dan batin, sesuai pada firman Allah SWT yang terdapat pada surat Ar-Rad ayat 28
Ada ayat dalam Al-Qur’an yang bisa kita baca saat kita bisa meredakan depresi tersebut, yaitu dengan:
- Membaca surat Al-fatihah sebanyak 7 kali
- Membaca ayat kursi atau Al-Baqarah ayat 255
- Dua ayat terakhir surat Al-Baqarah
- Surat Al-Ikhlas
- Surat Al-Falaq dan surat An-Nas
Al-Qur’an merupakan pedoman paling penting bagi manusia. Nabi Muhammad Saw bersabda, “Sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya”.
Dengan membaca Al-Qur’an dapat mengurangi depresi tersebut tidak hanya bisa mengurangi depresi ternyata juga Al-Qur’an banyak sekali manfaat yang kita bisa dapatkan dengan membacanya
Referensi
Prof Dr Syihabuddin Qalyubi, Lc, Mag. 2020. Depresi menurut Al-Qur’an (1):Jenis dan pengertian. Republika. Co. Id
Feru lantara & Naryo. 2019. Membaca Al-Qur’an bisa meredakan stress dan gelisah. Antara Megapolitan
Wandansari sulistyorini & Muslim sabarisman. 2017. Depresi : Suatu Tinjauan Psikologis. Sosio informa. Volum 3. No 2
Ktut Dianovinina. 2018. Depresi pada Remaja : Gejala dan Permasalahannya. Jurnal Psikogenesis. Volum 6. No 1


