Efektifitas Mendengarkan Murrotal al – Qur’an Untuk Menurunkan Kecemasan
Oleh : Nazila Aryanti, mahasiswi Fakultas psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Al – Qur’an merupakan kitab suci bagi seluruh umat manusia di bumi. Al – Qur’an diturunkan dengan bahasa yang mudah dipahami, yaitu bahasa arab. Supaya Rasululullah mudah memahami dan menyebarkan risalahnya kepada umat manusia. Dan dari sini Al – Qur’an sendiri dapat berdampak dalam penurunan tingkat kecemasan, dimana kecemasan memiliki beberapa penjelasan.
Menurut Setiawan (dalam Idham, 2016) dalam KBBI cemas diartikan hati tidak tenteram karena khawatir atau takut. Sedangkan takut menurut KBBI adalah merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana. Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan saat sedang menghadapi suatu situasi. Kecemasan bisa berdampak pada fisik dan psikologis. Kecemasan merupakan perasaan tidak nyaman terhadap suatu hal dan terjadi di dalam kehidupan sehari – hari. Kecemasan ditandai dengan munculnya rasa khawatir, kemudian merasa tidak nyaman dan berdampak pada tubuh yang menyebabkan jantung berdebar lebih cepat.
Dan menurut Asmadi, faktor-faktor yang dapat menjadi pencetus seseorang merasa cemas dapat berasal dari diri sendiri (faktor internal) dan faktor dari luar dirinya (eksternal) (Silviani, 2015). Faktor internal yaitu faktor usia, temperamen, tindakan medis sebelumnya, kedekatan dan kualitas hubungan anak dengan orang tua (Ahmed dalam Silviani, 2015). Sedangkan menurut Stuart dan Sudden, dari luar dirinya (faktor eksternal) yaitu ancaman terhadap integritas fisik dan ancaman terhadap self-esteem (Iriana dalam Silviani, 2015).
Orang yang merasakan cemas merasa bahwa dirinya terkungkung dan jauh dari perasaan bebas. Oleh karena itu, orang yang merasakan cemas harus bisa keluar dari rasa cemasnya untuk mendapatkan rasa bebas. Kecemasan juga harus bisa kita kendalikan, supaya kecemasan tidak mengganggu kepribadian kita. Tetapi bisa menjadi sumber motivasi menuju arah kemajuan yang positif.
Ada beberapa metode untuk menurunkan tingkat kecemasan, salah satunya dengan terapi mendengarkan bacaan Al – Qur’an atau dengan nama lain murottal Al Qur’an. Murottal Al – Qur’an adalah lantunan ayat – ayat suci Al – Qur’an yang dimasukkan kedalam rekaman suara dan dilakukan oleh seorang Qori’ (Pembaca Al – Qur’an), juga diperdengarkan dengan tempo yang lambat. Terapi ini termasuk ke dalam salah satu terapi suara. Ma’mun (2012) dan Hawari (1996) menyatakan bahwa Al-Qur’an dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit jasmani maupun rohani seperti kegelisahan, kecemasan, dan kejiwaan (Sodikin dalam Silviani, 2015).
Allah SWT berfirman pada QS. Al – Isra’ ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al – Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al – Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.”
Ayat diatas menjelaskan bahwa Al – Qur’an bisa menjadi penawar sebuah penyakit dan rahmat untuk orang yang mempercayainya dan hanya menjadi kerugian untuk orang – orang yang tidak mempercayainya. Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa Al – Qur’an bisa menjadi sebuah penawar untuk orang yang sakit fisik maupun mental.
Selain QS. Al – Isra’ ayat 82, terdapat juga di QS. Al – Ra’d ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya: “(Yaitu) orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.”
Makna yang terkandung dari ayat ini adalah seseorang yang mengingat Allah akan menjadi tenteram, salah satu cara mengingat Allah dengan membaca atau mendengarkan murottal Al – Qur’an. Oleh karena itu, dengan mendengarkan murottal Al -Qur’an bisa membuat hati menjadi lebih tenang, yang kemudian dapat menurunkan kecemasan dan ketegangan yang dialami seseorang.
Mirbagher dkk dalam Haj yang dikutip oleh (Silviani, 2015) Murottal Al-Qur’an terbukti efektif untuk menurunkan cemas pada ibu yang akan melalui operasi Sectio Cesaria (SC). (El Syakir dalam Silviani, 2015) menyebutkan bahwa Al Qadhi melakukan penelitian yang berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, bagi yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Terdapat hasil bahwa adanya penurunan depresi dan kesedihan, ketenangan jiwa, dan menangkal berbagai penyakit. Hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa bacaan Al- Qur’an berpengaruh sebesar hingga 97% dapat melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Murottal Al-Qur’an juga efektif menurunkan kecemasan pada pasien preoperasi fraktur ekstrimitas (Faradisi dalam Silviani, 2015).
Referensi
Hayat, A. (2017). Kecemasan dan Metode Pengendaliannya. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 52–63. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.18592/khazanah.v12i1.301
Idham, A. F. (2016). EFEKTIVITAS MENDENGARKAN MUROTTAL AL-QURAN DALAM MENURUNKAN KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA [UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR]. http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/2329%0A
Silviani, N. E. (2015). Pengaruh terapi mendengarkan Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan anak presirkumsisi di rumah Sunatan Bintaro [UIN Syarif Hidayatullah Jakarta]. In Jurnal Pendidikan Islam. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37774
Solekha, R. M. (2022). EFEKTIVITAS MENDENGARKAN MUROTTAL AL-QUR’AN DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN MENGERJAKAN SOAL MATEMATIKA (MATH ANXIETY) [INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG]. http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/19767


