Dzikir sebagai Penenang Hati dan Jiwa
Oleh Salma Annisa mahasiswi Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah, Prof. Dr. Hamka
Allah Swt. berfirman, “(Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(Qs. Ar-Ra’d:28)
Makna firman Allah “dan hati mereka tenteram” adalah hilangnya segala sesuatu (yang berkaitan dengan ) kegelisahan dan kegundahan dari dalam hati. Dan dzikir tersebut akan mengantikannya dengan rasa ketentraman, kelapangan dan kebahagiaan. Manusia dewasa ini banyak mengalami kegelisahan batin dan kegalauan jiwa. Problema hidup terlihat dan dirasakan dimana-mana, bukan saja karena kebutuhan meningkat dan persaingan hidup yang semakin kompetitif, tetapi karena ulah sementara pihak mengusik kedamaian dengan berbagai dalih atau menawarkan aneka ide yang saling bertentangan dan membingungkan. Hati dan jiwa yang gelisah bukan saja dirasakan oleh orang-orang miskin tetapi juga oleh orang-orang kaya secara materi namun hampa dan kosong jiwanya. Dalam islam salah satu solusi untuk menghilangkan perasaan tidak tenang dan tidak nyaman adalah dengan berzikir mengingat kepada Allah dalam arti yang luas.1
Pada hakikatnya, orang yang sedang berzikir itu artinya ia sedang berhubungan dengan Allah. Zikir merupakan prinsip dan pijakan awal bagi siapapun yang hendak berjalan menuju Allah. Berzikir untuk memperoleh pengetahuan ma’rifat yang merupakan peran zikir dalam hati; bahwa hati manusia layaknya air kolam yang teraliri beberapa sumber air. Zikir kepada Allah merupakan hiasan, yang merupakan syarat bagi menuju jalan Allah. Disisi lain zikir bisa menjadi pembuka alam ghaib, penarik kebaikan dan bermanfaat untuk membersihkan hati.2
Syaikh Ibul Qayyim Al-Jauziyah telah menyebutkan manfaat dzikir dalam kitabnya, Al-Wabil ash-Shayyib. Diantara faidah – faidah dzikir yang begitu agung, menurut
1 Burhanuddin, B. (2020). Zikir Dan Ketenangan Jiwa (Solusi Islam Mengatasi Kegelisahan dan Kegalauan Jiwa). Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim Dan Bimbingan Rohani, 6(1), 1-25.
2 Istiqomah, Hamidatul. (2020). ZIKIR DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI PENENANG HATI. Fakultas
Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Ibnul Qayyim, dzikir dapat mendatangkan kebahagiaan, kegembiraan, dan kelapangan bagi orang-orang yang melakukannya, serta dapat melahirkan ketenangan dan kententraman di dalam hati orang yang melakukannya. Maksud dari firman Allah Swt “Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” adalah sudah nyata, dan sudah sepantasnnya hati manusia tidak akan pernah merasakan kedamaian,kebahagian ketentraman, kecuali dengan dzikrullah ( mengingat Allah Swt). Sesungguhnya dzikirullah adalah penghidup hati yang hakiki. Dzikir merupakan makanan pokok bagi hati dan ruh. Artinya, apabila jiwa dan seorang hamba kehilangan momen dzikir, maka ia hanya bagaikan seonggok jasad yang jiwannya telah kehilangan makanan pokoknya. Sehingga tidak ada kehidupan yang hakiki bagi sebuah hati, melainkan dengan dzikrullah (Mengingat Allah).3
Ketenangan jiwa adalah salah satu bentuk kebahagiaan manusia. Seseorang tidak akan mencicipi bagaimana rasanya bahagia manakala jiwanya tak tenang dan masih gelisah. Untuk itulah, zikir hadir sebagai solusinya. Zikir memiliki peran penting dalam mengantarkan jiwa manusia menuju ketenangan. Sebab, zikir adalah suatu kebutuhan psikis yang ambil bagian untuk menciptakan kebahagiaan. Selain itu, zikir mampu membimbing jiwa manusia dengan berbagai motivasi untuk melakukan kebaikan dan mencegah dari hal-hal buruk serta menyadarkan jiwa ketika ia mulai menjauh dari Allah.2
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Dzikir bagi hati, bagaikan air bagi seekor ikan, artinya bagaimanakah keadaan seeokor ikan jika ia berpisah dengan air, dapat ditafsirkan bahwa sesungguhnya tidak ada penawar bagi orang yang hatinya gelisah, resah, galau, dan gundah, banyaknya pikiran kecuali melainkan dengan dzikrullah. Apabila tubuh sakit, ia tidak bisa merasakan nikmatnya makanan yang lezat dan minuman yang segar, demikian pula dengan hati, jika ia sakit maka tidak akan merasakan lezatnya dzikrullah dan tidak merasakan kenikmatannya. Dzikrullah akan menjadi makanan dan nutrisi yang bisa menyehatkan hati. Artinya hati harus dipaksa untuk banyak berdzikir kepada Allah sehingga ia menjadi sehat, suci, kuat, dan mulia, yang pada akhirnya akan condong bahagia dan senang dengan dzikrullah. Kemudian secara tidak langsung ia akan meningkat ke level lebih tinggi, dan tidak bisa hidup tanpa dzikrullah. Dzikir adalah kebutuhan primer bagi hati. Terputusnya dari dzikrullah adalah bencana dan kematian bagi hati. Dari Abu Musa al-Asy’ari Radiyallahu Anhu, ia berkata
: Rasulullah Sallahhu’Alaihi Wassalam bersabda “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati”.(HR. Al- Bukhari).3
Sejatinya, zikir merupakan rangkaian proses untuk mengingat Allah SWT. Melafalkannya dengan lisan, direnungkan dan diselami kedalaman maknanya, lalu menanamkannya ke dalam hati. Zikir di sini sangat beragam dan variatif. Zikir secara lisan misalnya seperti membaca Alquran, hamdalah, tasbīh, kalimat ṭayyibah dan lain-lain. Untuk zikir perenungan (‘aqliyyah) adalah dengan merenungkan segenap kebesaran Allah SWT yang memenuhi semesta.2
3 Qulub, Muhammad Dzikrullah Tatmainul. (2020). Dzikir dan Pengaruhnya Terhadap Ketenangan Jiwa. Program Studi Ilmu Qur’an dan Hadits UNIDA GONTOR
Dengan dhikrullāh (mengingat Allah), seseorang akan sangat terbantu untuk mengatasi berbagai kepelikan dan masalah-masalah yang sedang melanda hati. Beberapa manfaat dan implementasi zikir sebagai penenang hati antara lain adalah memandu seseorang dalam memaknai hidupnya secara positif. Ini dapat digapai ketika ia mamiliki kepercayaan diri di setiap tindakan atau rencana-rencana untuk kehidupan kedepan, mampu mengontrol hatinya, dan pada tahap selanjutnya adalah aktualisasi diri. Zikir juga mampu memberikan sentuhan semangat bagi orang-orang yang sedang merasa putus asa. Cara berpikirnya akan tercerahkan dan selamat dari berprasangka buruk serta membuat seseorang melangkah menuju kematangan cita-cita hidup. Hatinya lapang dan penuh dengan rasa syukur. Tidak ada rasa khawatir yang berlebihan, sehingga ekspresi hidupnya tidak lain adalah kebahagiaan.2
Daftar Pustaka
Burhanuddin, B. (2020). Zikir Dan Ketenangan Jiwa (Solusi Islam Mengatasi Kegelisahan dan Kegalauan Jiwa). Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim Dan Bimbingan Rohani, 6(1), 1-25.
Istiqomah, Hamidatul. (2020). ZIKIR DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI
PENENANG HATI. Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Qulub, Muhammad Dzikrullah Tatmainul. (2020). Dzikir dan Pengaruhnya Terhadap Ketenangan Jiwa. Program Studi Ilmu Qur’an dan Hadits UNIDA GONTOR


