Pandangan Islam Mengenai Insecure
Oleh : Putri Nadia Ningsih, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
Insecure adalah perasaan lemah, tidak percaya diri dan putus asa yang dialami seseorang akibat seringnya membandingkan diri sendiri baik melalui media sosial yang dimilikinya ataupun secara langsung dengan orang lain yang dianggap lebih mampu atau lebih unggul. Insecure merupakan suatu hal yang wajar apabila dapat disikapi dengan baik dan bijak. Insecure akan semakin parah dan berakibat pada kesehatan mental seseorang apabila dibiarkan berlarut – larut seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan makan dan paranoid.
Insecure dapat terjadi karena beberapa faktor seperti slot dana terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, memandang terlalu rendah pada diri sendiri, kecemasan sosial, karena baru mengalami kegagalan, dan insecureyang didasari oleh perfeksionisme. Seseorang yang mengalami insecure akan sering merasa tidak percaya diri atau pesimis, tidak berani keluar dari zona nyamannya dan mengurangi interaksi dengan orang lain.
Setiap manusia memiliki keurangannya masing-masing. Manusia mempunyai bidang yang unggul dan berbeda, oleh karna itu islam memiliki pandangan tersendiri mengenai kasus Insecure.
Islam sebagai agama yang memuliakan umat nya yang setiap langkah kehidupan manusia telah diatur sedemikian rupa, sehingga rasa Insecure yang ada dalam diri manusia telah diatur dalam Al Qur’an yang akan membuat kita sadar dan lebih bersyukur atas apa yang telah di berikan Allah SWT.
Sebagaimana telah tercantum dalam surah At-Tin ayat 4
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
“Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Seorang yang menganggap buruk atas fisiknya, secara tidak langsung telah menyinggung kesempurnaan ciptaan Allah SWT. Sebagai seorang hamba yang bertaqwa, mensyukuri atas apapun yang diberikan Allah merupakan kewajiban sebagai bentuk terimakasih kepadanya.
Al Qur’an memberikan solusi terkait cara menangani insecure dengan bersyukur dan tawakal, mengenali dan menerima diri sendiri, husnudzon dan dzikrullah, hal-hal tersebut berkaitan dengan solusi dalam perspektif psikologi yaitu berfokus pada kualitas diri, melawan insecure dengan kesibukan yang positif, serta memiliki tujuan dalam hidup.
Tidak sepenuhnya insecure menjadi hal yang di pandang buruk, bisa jadi insecure menjadi hal positif bagi beberapa kalangan, mendorong dalam hal kebaikan. Insecure dalam hal kebaikan seperti ingin lebih taat, lebih rajin beribadah, mengikuti kajian, dan lain-lain. Sedangkan permasalahan insecure yang menjerumus dalam hal yang tidak baik seperti merendahkan diri sendiri dari segi fisik dan duniawi akam menimbulkan kegelisahan yang akan mengganggu keimanan kita.Oleh karna itu mari kita fokus untuk meningkatkan kualitas diri kita menjadi lebih baik.
Referensi
Rohmadani, Z. V., & Winarsih, T. (2021). Psikoedukasi dan Hipnoterapi untuk Penanganan Insecure pada Remaja. Jurnal Hayina “Hasil Karya Aisyiyah Untuk Indonesia”, 1.
Mamlu’ah. A. (2019). KONSEP PERCAYA DIRI DALAM AL-QUR’AN SURAH AL IMRAN AYAT 139. Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman. 1(1): 30-39.


