PSYCHOPRENEUR 2017

Lulusan Perguruan Tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. Kekurangan atas salah satu dari keempat keterampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan atau yang dihadapinya. Perilaku dan pemikiran yang ditunjukkan akan bersifat konstruktif realistis, artinya kreatif (unik dan bermanfaat) serta dapat diwujudkan. Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati pendidikan tinggi. Kreativitas merupakan penjelmaan integratif dari tiga faktor utama dalam diri manusia, yaitu: pikiran (kognitif), perasaan (afektif), dan keterampilan (psikomotorik). Dalam faktor pikiran terdapat imajinasi, persepsi dan nalar. Faktor perasaan terdiri dari emosi, estetika dan harmonisasi. Sedangkan faktor keterampilan mengandung bakat, faal tubuh dan pengalaman. Dengan demikian, Menindak lanjuti tuntutan masyarakat mengenai mutu lulusan Perguruan Tinggi yang mandiri dan siap mendukung perkembangan bangsa, maka disusun mata kuliah Kewirausahaan sebagai wahana kreasi bagi mahasiswa dalam menciptakan produk yang akan menjadi komoditas usaha di masa mendatang. Para lulusan Perguruan Tinggi diharapkan dapat menjadi entrepreneur yang dapat menyediakan lapangan kerja yang menyerap sumber daya manusia yang lebih luas.
Bidang ilmu psikologi yang mempelajari mengenai perilaku manusia juga mengembangkan perkuliahan yang mendorong jiwa wirausaha pada mahasiswa. Adapun produk yang dihasilkan dalam mata kuliah kewirausahaan merupakan aplikasi dari teori yang ada dalam psikologi. Untuk mendukung proses perkuliahan Kewirausahaan, salah satu media yang dibutuhkan sebagai saran promosi produk dilakukan melalui penyelenggaraan bazar, yang akan memungkinkan dalam menjual secara langsung produk yang dihasilkan kepada pembeli.
WhatsAppShare

Comments are closed.